November 15, 2019

Dilema Peran Ganda Perempuan Bekerja Sekaligus Berumah Tangga

Working mom. Pict by parents.com


Awal tahun ini, saya memutuskan pindah ke kantor baru di kampung halaman saya. Meski gajinya nggak seberapa dibanding dengan gaji di ibu kota (tau kan UMR paling rendah itu ada di daerah mana?), tapi saya merasa bahagia dan baik-baik saja. Apalagi dengan berbagai fasilitasnya yang sangat menunjang hidup saya, bikin saya makin bersyukur karena bisa jadi “kemewahan” ini belum tentu saya dapatkan di tempat lain. 

Tidak hanya karena jam kerja yang fleksibel dan diperbolehkan untuk WFH (work from home), kantor saya juga sangat ramah dengan ibu dan anak. Seorang teman saya pernah beberapa kali mengajak anaknya yang masih balita ke kantor. Alih-alih merasa direpotkan, anak-anak sekantor malah senang karena tingkah anaknya yang hiiiih nggemesin bangeeeet

Memang, saat ini, sudah banyak perempuan yang memilih untuk bekerja dan berkarier. Stereotip bahwa tugas perempuan hanya di dapur, sumur, dan kasur seketika bisa terbantahkan dengan meningkatnya jumlah pekerja perempuan. Menurut survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan jumlah pekerja perempuan yang lumayan signifikan, yaitu dari yang sebelumnya 50,89% (Agustus 2017) menjadi 51,88% (Agustus 2018). Peningkatan ini diharapkan menjadi angin segar untuk membuka banyak peluang kerja bagi perempuan. 

Anggapan perempuan yang aktif bekerja juga harus telaten mengurus rumah tangga 

Beberapa perempuan mungkin memilih bekerja karena ada cita-cita atau karier yang hendak dicapai. Namun faktanya, lebih banyak perempuan merasa “wajib” membantu suami mencari nafkah karena desakan kebutuhan keluarga yang semakin lama semakin banyak. Perempuan mau tidak mau ikut bertanggung jawab pada kondisi keuangan keluarga.

Sayangnya, kontribusi perempuan pada perekonomian ini jarang sekali mendapat apresiasi dari pasangan dan lingkungan. Boro-boro istirahat. Baru saja pulang setelah bekerja seharian di kantor, perempuan masih tetap “diwajibkan” mengurusi urusan domestik seperti melayani suami, merawat anak hingga mengurusi urusan rumah. Kenyataan inilah yang membuat perempuan memiliki peran ganda karena statusnya tidak lagi hanya sebagai pekerja, melainkan juga seorang istri dan ibu. 

Sejak dulu, aktivitas domestik sudah dilekatkan pada perempuan. Kiprah perempuan sebagai pekerja aktif hampir tidak pernah diperhitungkan, sebab ia dinilai hanya sebagai penyokong atau pembantu suami. Bahkan meski kariernya terbilang cemerlang, masih ada saja anggapan yang menyatakan perempuan tetap harus menjalankan tugas-tugas rumah demi sebuah titel “istri yang baik”.

Stereotip-stereotip tersebut menyebabkan ketidakadilan gender karena lagi-lagi perempuan dituntut harus melakukan dua hal sekaligus, yaitu menjadi produktif sebagai pekerja namun tetap harus telaten mengurus urusan rumah tangga. Alih-alih memberdayakan, hal ini justru menimbulkan masalah baru. 

Perempuan hanya sibuk bagaimana caranya agar bisa bertahan dalam pekerjaan dan mendapatkan penghasilan. Namun, impiannya menjadi terbatas hanya pada penghargaan dan perlakuan lebih baik dari suami atau sekadar mengumpulkan pundi-pundi rupiah saja demi tidak menggantungkan hidup kepada laki-laki. Yang lebih menyedihkan, seringnya cita-cita perempuan harus terkubur dalam-dalan karena tumpukan beban tersebut. 

Peran ganda membuat perempuan rentan mengalami stres 

Sebetulnya, mau berkarier atau menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan. Namun, karena kebutuhan yang semakin tinggi membuat perempuan merasa harus ikut bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Padahal menjadi perempuan bekerja sekaligus mengurus rumah tangga bukan pekerjaan sepele. 

Banyak penelitian menyebutkan bahwa perempuan yang bekerja lebih rentan mengalami stres di tempat kerja karena merasa kurang dihargai dan tidak digaji secara pantas. Meski angkatan kerja perempuan mulai merangkak naik, tetapi hal ini tidak sebanding dengan jumlah kesempatan kerja yang ada. Kadang-kadang karena kepepet akibat himpitan ekonomi, perempuan jadi tidak bisa memilih untuk mencari tempat kerja yang memperlakukan mereka dengan baik dan pantas. Tentunya juga dengan gaji yang layak.

Makanya, tidak heran jika perempuan jadi mudah mengalami stres karena banyaknya beban yang harus ditanggung. Ini baru perempuan bekerja larena dorongan kebutuhan ekonomi saja lho. Lantas, bagaimana jika ia adalah tulang punggung keluarga satu-satunya dan harus menafkahi anaknya? Tempat kerja yang nyaman dan ramah anak berikut gaji yang kompetitif tentu menjadi dambaan bagi setiap perempuan pekerja. 

Pentingnya partisipasi suami dan pembagian peran dalam rumah tangga 

Saya percaya, setiap hubungan itu adalah setara. Ketika sudah berumah tangga, baik suami maupun istri, keduanya mempunyai tanggung jawab yang sama. Tidak ada yang paling unggul dan tidak ada yang tidak berkontribusi apa-apa. 

Namun sayangnya, di dunia yang terlanjur patriarkis ini, masih sering ditemui ketimpangan dalam hubungan suami istri. Suami yang dianggap sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah, sedangkan perempuan sebagai warga kelas dua diharuskan bertanggung jawab urusan domestik. Pembagian kerja yang kebanyakan dibebankan kepada perempuan membuatnya harus mengalami beban ganda (double burden).

Baca juga: Salah Kaprah Memaknai Poligami dan Sikap Diam Perempuan

Terlebih, jika keduanya sama-sama bekerja, tentu dibutuhkan upaya kerja sama yang seimbang dan setara agar rumah tangganya senantiasa harmonis. Urusan rumah dan anak seharusnya tidak serta-merta dibebankan kepada istri saja, melainkan suami juga harus ikut membantu dan berpartisipasi. 

Dengan menjunjung tinggi pola hubungan kemitraan (partnership), suami dan istri bisa saling menempatkan diri sebagai mitra yang sejajar dan seimbang. Nah, sebagai mitra, sudah jadi kewajibannya kan untuk saling membantu dan mengerti satu sama lain? Pun dalam pengambilan keputusan, seharusnya suami dan istri bisa lebih mengedepankan cara berdiskusi agar dapat menghasilkan keputusan yang baik dan adil bagi semua pihak.

Post a Comment

WhatsApp Button fonctionne uniquement sur les appareils mobiles

Commencez à taper et appuyez sur Entrée pour rechercher