19 juin 2019

Equality #1: Yang Belum Kamu Tahu tentang Kartini

Kartini.
Pada usia 12,5 tahun, perempuan bernama Kartini itu terpaksa harus berhenti sekolah. Kesenangannya pada pelajaran dan hal-hal baru yang diterimanya di sekolah haru terhenti karena budaya patriarkal yang mengharuskannya menjadi gadis pingitan. Kebebasannya hilang, ia tidak bisa lagi melihat dunia luar, sebab tembok di rumahnya teramat tebal untuk ditembus.

Ia hanya bisa melihat dengan iri, kakak-kakak laki-lakinya akan pergi melanjutlan sekolah ke HBS sementara adik-adik perempuannya tengah bersiap ke sekolah. Karena "dendam" inilah, Kartini melahap habis semua buku-buku yang ada di rumahnya. Ia sadar, betapa pendidikan itu teramat penting terutama bagi orang-orang feodal. Sebab bagaimanapun, merekalah yang sebetulnya tidak menginginkan adanya kemajuan. Mereka hanya ingin terus merasa nyaman. Sementara, di luar istananya, rakyat tetap saja miskin, bodoh, dan terbelakang.

Namun, Kartini adalah anak yang 'keras kepala'. Bagaimanapun ia tetap ingin melihat dunia luar. Ia ingin kembali merasai kebebasan yang baru saja direnggut dari kehidupannya. Ia ingin menjadi perempuan yang merdeka.

Perjuangan Kartini demi mendapatkan pendidikan yang diidam-idamkannya ternyata harus melalui jalan yang panjang dan terjal. Tak pelak, ia harus bergelut dengan batinnya sendiri. Kadang-kadang ia tak kuasa mengalah hanya karena tidak mendapat persetujuan dari ayah yang dicintainya. Kartini tentu bukan gadis yang lemah dan hanya meratap saja. Ia mencari jalan 'lain' agar dapat memperoleh kebebasan itu.

Kini sayangnya, setiap Hari Kartini, kita sering disuguhi berbagai macam kutipan yang kebanyakan diambil dari tulisan-tulisannya Kartini. Beberapa perayaan diadakan demi menyambut kelahiran Sang Cahaya, tapi perayaan tersebut justru mereduksi makna dari Hari Kartini itu sendiri.

Lantas, apakah kita sudah benar-benar paham, apa sih sesungguhnya yang diperjuangkan Kartini? Apa cita-cita besarnya? Peristiwa-peristiwa apa dalam hidupnya yang membentuk pola pikirnya? Bagaimana latar belakang keluarganya? Bagaimana masa kecilnya?

Nah, jika kamu tertarik menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas, yuk, dengerkan episode perdana Equality Podcast ini!

Enregistrer un commentaire

WhatsApp Button fonctionne uniquement sur les appareils mobiles

Commencez à taper et appuyez sur Entrée pour rechercher