2 novembre 2018

Secuil Kenangan

Pict by: me

Melihat foto ini, saya jadi teringat masa-masa awal memasuki dunia perkuliahan. Kala itu, papa saya masih sering mengantar dan menjemput saya. Biar sekalian berangkat dan pulang kerja, katanya.
Mau tidak mau, setiap pukul 6.30 saya sudah harus siap berangkat, tidak peduli apakah hari itu saya kuliah pagi atau siang. Dan setiap pagi itulah saya selalu diantar hingga Jalan Tri Dharma II, jalan di antara Perpustakaan Pusat dan Gedung Pusat UGM. Lantas, saya pun berjalan kaki ke kampus FIB melewati Jalan Nusantara.
Mungkin dulu saya sempat sebal, kenapa sih saya harus berangkat bareng dengan papa saya? Kenapa tidak bawa kendaraan sendiri saja?
Toh, saya bisa berangkat dan pulang sesuka hati saya. Tidak perlu menunggu apalagi harus berkabar apabila saya terlambat pulang.
Namun, lama-lama saya baru menyadari. Diantar dan dijemput orangtua adalah hal yang istimewa. Sebab, saya bisa bertemu dengan mereka setiap hari, bisa berpamitan, dan mencium tangannya setiap hari. Ada doa dan restu mereka yang menjadi bekal saya setiap hari.
Diantar jemput oleh orangtua hingga usia dewasa bukanlah hal yang memalukan. Pun bukan berarti pula kita belum bisa mandiri. Justru, beruntunglah jika orangtuamu masih bisa mengantar dan menjemputmu. Karena bisa jadi itu adalah waktu yang akan kau rindukan saat kau mulai sibuk dengan urusanmu sendiri.

Enregistrer un commentaire

WhatsApp Button fonctionne uniquement sur les appareils mobiles

Commencez à taper et appuyez sur Entrée pour rechercher